KABAR duka kembali datang dari  Ordo Serikat Jesus Provinsi Indonesia. Setelah beberapa hari mengalami kritis, akhirnya pada hari Sabtu menjelang pagi tanggal 3 Desember 2016 telah meninggal dunia:  Pater Gebraldus Koelman SJ.

Jasa terbesar almarhum Pater G. Koelman SJ tentu saja ada di bidang pendidikan kaum muda. Ketika tahun 1973 Kolese de Britto di Yogyakarta memiliki Rektornya bernama Pater Oei Tik Djoen yang dengan berani mencanangkan pola pendidikan 'serba bebas' dan eksentrik, maka di situlah ada pula alm. Pater G. Koelman  sebagai Pater Pamong yang menjadi moderator dan pendidik bagi sekalian para murid lelaki kolese Jesuit yang tengah kota Yogyakarta.

Hal sama juga ditorehkan oleh alm. Pater Koelman SJ saat menjadi Pater Pamong di Kolese Loyola Semarang dan kemudian juga Rektor Kolese Loyola Semarang.

50 tahun imam

Di bulan Juli 2012 silam, almarhum Pater Gebraldus Koelman SJ merayakan 50 tahun sebagai imam bersama sejumlah jubilaris lainnya di Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar, Jakarta Barat.

Pater G. Koelman SJ (Courtesy of Nicolas Wijaya)
RIP Pater G. Koelman SJ (Courtesy of Nicolas Wijaya)
Selama beberapa tahun lamanya, almarhum Romo G. Koelman berkarya 'di luar' Serikat Jesus yakni di Keuskupan Malang dengan menjadi pastor pembimbing rohani bai para calon imam diosesan  (praja) di Keuskupan Malang. Kiprahnya di bidang pembinaan spiritual juga dia torehkan di Rumah Retret Girisonta dan Panti Semedi Sangka Putung di Klaten –keduanya di Jawa Tengah—sebagai pembimbing retret. Ia juga pernah menjadi pater pembimbing rohani untuk para frater calon imam praja KAJ dan tinggal di Wisma Cempaka Putih –tempat dimana para frater KAJ tinggal selama menekuni studi filsafat di STF Driyarkara Jakarta.

Namun yang paling fenomenal tentu saja kiprahnya sebagai pendidik kaum muda di kolese Jesuit.

Pipa cangklong dan vespa

Apa yang mesti dikenang dari seorang misionaris Belanda yang pembawaannya tenang, murah senyum dengan perawakannya yang tinggi besar ini?

Ada dua hal yang sangat mencolok pada diri almarhum Pater G. Koelman. Yakni, dia seorang pengendara Vespa yang tangguh dan amat menyukai naik skuter pabrikan Italia ini kemana pun. Kedua, almarhum benar-benar menikmati gaya merokok dengan pipa cangklong.

Jadi sebelum 'keberadaannya' diketahui oleh umum, maka 'bau rokok' yang menempel pada badan Pater Koelman SJ itulah yang kemudian tercium oleh orang sehingga jauh sebelum badannya menampakkan diri di depan umum, maka orang pun tahu bahwa di situ 'ada' Romo G. Koelman.
Romo G Koelman juga pernah mengajar di Pika...

Requiescat in pace.

Meika

Meika

Meika hadir untuk melengkapi pasarkayu.

Post A Comment:

0 comments:

Kolom ini, diperuntukan saling koresponden dan berbagai informasi. Mohon memberikan :

IDENTITAS YANG BISA DIHUBUNGI [ NO HP / EMAIL ]
( Jika tidak ada identitas, komentar akan dihapus )