JAKARTA - Pengusaha ekspor kayu di Indonesia diimbau lebih responsif menyikapi Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) menjelang memasuki Masyarakat Ekonomi Asean 2020.

Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan, Nurlaila Nur Muhamad mengatakan, pengusaha jangan melihat dari sisi negatif terkait mahalnya izin pengurusan SVLK. Namun, SVLK ini merupakan hal penting yang perlu dimiliki guna mempersiapkan sertifikat legal ekspor kayu bagi pengusaha Indonesia.
“Sehingga, 2019 nanti Indonesia telah siap bersaing di pasar bebas Asean hingga tingkat Eropa dan Amerika,”katanya saat diskusi SVLK di Jakarta, Senin (23/11/2015).

Hal senada juga diungkapkan oleh perwakilan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia, Bryan, pengusaha Indonesia harus menyikapi dengan baik SVLK karena konsumen di Amerika dan Eropa sangat mementingkan aspek legalitas.
"Di Amerika, orang akan melihat terlebih dahulu aspek legalitas suatu produk sebelum menggunakannya," ujar Bryan.

Untuk itu, tanpa adanya SVLK, pengekspor kayu tentunya akan sulit untuk memasuki pasar Amerika dan Eropa. Meskipun saat ini masih banyak negara-negara di Amerika dan Eropa yang belum mengetahui dan mengakui SVLK, namun pengusaha Indonesia diimbau harus tetap memiliki SVLK.
“SVLK ini nantinya secara perlahan akan dipahami oleh negara-negara tujuan ekspor kayu di Eropa dan Amerika,” jelasnya.
(rzk)
Sumber : okezone
Meika

Meika

Meika hadir untuk melengkapi pasarkayu.

Post A Comment:

0 comments:

Kolom ini, diperuntukan saling koresponden dan berbagai informasi. Mohon memberikan :

IDENTITAS YANG BISA DIHUBUNGI [ NO HP / EMAIL ]
( Jika tidak ada identitas, komentar akan dihapus )