Kayu jati adalah kayu yang bernilai tinggi. Kayu ini punya kelas awet dan kuat yang tinggi. Kayu jati juga mudah dikerjakan. Kayu kenanga, pinus, kayu manis adalah hasil ikutan dari komoditas yang dihasilkan pohon itu. Karena nilai ekonomis yang tinggi, oleh sebagian orang dicari pengganti kayu jati yang umum disebut kayu jabon. Sebenarnya jabon terlalu dibesar besarkan sebagai jati alternatif karena kelasnya jauh di bawah jati. Ketersediaan kayu jati yang tidak seimbang dengan permintaan menyebabkan harga jati yang terus meroket mengalahkan harga besi dan aluminium. Ujung ujungnya jenis kayu yang dulu jarang terdengar sekarang banyak jenis kayu yang dipakai untuk furniture misalnya kayu kapuk, kayu lamtoro, kayu gamal, kayu bakau, kayu kaliandra , kayu api api bahkan kayu jambu dan kayu kelengkeng

Cahyono
Sent from my smartphone® from www.paku.in
PT INDOHO SANTOSA ABADI adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi bahan baku furniture. PT INDOHO SANTOSA ABADI di dirikan pada tanggal 16 Februari 2001 sesuai dengan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No: C-00060 HT.0101.TH2002 yang dibuat dan disampaikan oleh Notaris R. Soelarso Tandyopanitro SH.
Pada tahun 2008 telah diadakan perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No: AHU-56028.AH.01.02.Tahun 2008 yang dibuat dan disampaikan oleh Notaris Sugiharto SH tanggal 12 Juli 2008.
Product kami adalah MDF (Medium Density Fibreboard) dan Plywood ukuran 2,5 mm sampai 25 mm dengan wilayah distribusi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Customer kami meliputi Furniture Manufacturer dengan market local maupun export, UKM (Usaha Kecil Menengah) di bidang furniture maupun kerajinan, Interior Manufacturer, dan toko-toko retail.
Visi dan Misi
Visi : 
Menjadi Perusahaan Distribusi bahan baku Furniture yang terlengkap dan cakupan wilayah terluas di Indonesia
Misi :
  •  Melengkapi jenis bahan baku Furniture yang dibutuhkan Furniture Manufacturer
  • Memberikan jaminan pengiriman tepat waktu
  • Memberikan harga yang kompetitif
 Distributor: MDF | Plywood | Particle Board | Blockboard | HPL

Kawasan Industri Candi Blok 23 no.6B
Jl. Gatot Subroto, Semarang
Indonesia 50147

Phone 024 7626955

Marketing:
Budi Santoso
0816665749
024 70262690
budi.s@indoho.com


Komoditas Usaha, silahkan klik 
 
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Menteri Perdagangan mengeluarkan peraturan yang mempermudah sertifikasi legalitas kayu, guna menggenjot ekspor produk kayu.


Peraturan tersebut yakni Peraturan Menteri Perdagangan No. 97/M-DAG/PER/12/2014 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan. Peraturan ini merupakan sinergi tiga kementerian yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Melalui sinergi kementerian ini, kami berharap terjadi peningkatan ekspor produk industri kehutanan seperti mebel dan kerajinan,” ucap Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, di Jakarta, Senin (29/12/2014).

Untuk melengkapi peraturan tersebut, Kementerian LHK juga menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.95/Menhut-II/2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan No. P.43/Menhut-II/2014 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak.

“Pada Permen-LHK ini persyaratan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) pemilik Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK) mebel/furnitur menjadi disederhanakan. Tujuannya agar tidak memberatkan atau membebani. Namun, hal itu tetap mendukung kelancaran ekspor produk kayu yang memenuhi SVLK,” imbuh Rachmat.

Menurut Rachmat, Permendag baru ini ditetapkan sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan tiga Menteri, yaitu Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama para Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dunia usaha, dan Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) pada 27 November 2014 lalu.

Pertemuan tersebut dilaksanakan guna menyikapi keluhan terkait SVLK yang dirasa memberatkan bagi IKM. Menurut Sunoto, Ketua Umum Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia (AMKRI) untuk mengembangkan industri furnitur dan kayu memang sudah seharusnya ada koordinasi antar kementerian, ditambah kerjasama dengan pelaku usaha.
“Saya merasa bahagia, di akhir 2014 ini mudah-mudahan kita menutup ha yang tidak begitu menggembirakan. Mudah-mudahan di bawah Pak Menteri Rachmat ekspor kita selalu meningkat dan mendapat rahmat,” ujar Sunoto.


Menteri Rachmat Gobel telah menargetkan nilai ekspor meningkat 300 persen selama lima tahun ke depan. Khusus untuk furnitur nilai ekspor dipatok naik 300 persen, dari sekitar 1,7 miliar dollar AS pada 2014 menjadi 5,1 miliar dollar AS pada 2019 mendatang.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/12/29/160040126/Genjot.Ekspor.Produk.Kayu.Pemerintah.Permudah.Peraturan.Legalisasi



Stroke merupakan penyakit saraf yang paling sering mengakibatkan cacat dan kematian. Disamping menduduki peringkat utama diantara segolongan penyakit saraf yang mengakibatkan kematian, stroke juga merupakan salah satu dari tiga penyebab utama kematian pada umumnya. 

Dari berbagai fakta tersebut menunjukkan bahwa sampai saat ini, stroke masih merupakan masalah utama di bidang neurologi maupun kesehatan pada umumnya. Untik mengatasi masalah krusial ini, diperlukan strategi penanggulangan stroke yang menbcakup aspek preventif, terapi rahabilitasi, dan promotif. 

Sebenarnya kasus stroke sudah terjadi sejak dahulu, Hal ini dibuktikan dengan adanya pertolongan pertama pada kasus stroke berdasarkan pengobatan tradisional Cina dengan teknik akupunktur, namun teknik ini pernah terlupakan, sehingga dampak yang ditimbulkan menjadi semakin besar.

Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak. Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambatsedikit saja, maka pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit. 

Pertolongan Pertama Pada Stroke (Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga).Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE. Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita, juga tidak menimbulkan efek sampingan apapun. Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DARURAT yang dapat berhasil 100%. 

Dalam menghadapi keadaan ini keluarga jangan sampai panik, tetapi harus tenang. Sipenderita harus tetap berada ditempat semula dimana ia terjatuh (mis: dikamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja). JANGAN DIPINDAHKAN !!! sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat perpecahan pembuluh darah halus di otak. 

Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh
lagi, dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Untuk yang terbaik menggunakan JARUM SUNTIK, namun apabila tidak ada, maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai dengan terlebih dahulu disterilkan dulu dengan cara dibakar diatas api. 

Segera setelah jarum steril, lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI TANGAN. Titik penusukan kira-kira 1mm dari ujung kuku. Setiap jari cukup ditusuk 1 kali saja dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah. 

Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara dipencet apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit, si penderita akan segera sadar kembali. 

Bila mulut sipenderita tampak mencong / tidak normal, maka KEDUA DAUN
TELINGA sipenderita HARUS DITARIK-TARIK sampai berwarna kemerah-merahan. Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG BAWAH DAUN TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga. 

Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut sipenderita akan kembali normal. Setelah keadaan sipenderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti, maka bawalah sipenderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. 


Sumber Milis B5/D1: http://www.yastroki.or.id/read.php?id=223
| Copyright © 2009 - 2014 www.mediakayu.com