Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kewiraswastaan

PIKA | Semarang

Recent Posts

CV. PALEEWOODWORK | Gresik - Jawa Timur

Kami CV. PALEEWOODWORK bergerak dibidang pembuatan meubel : meja, kursi, booth/ rombong dll. Dengan menggunakan bahan kayu JATIBELANDA.
Sedang membuka lowongan pekerjaan untuk saudara-saudara yang ahli dibidang perkayuan / tukang kayu.
Dgn syarat dan keuntungan sbg berikut:
Dibutuhkan AHLI KAYU/TUKANG KAYU.
Mengerjakan berbagai Furniture dgn bahan kayu JATILONDO & HPL.
Syarat :
- laki-laki.
- usia ( tdk ada batasan )
- domisili mana saja.
- SISTEM GAJI BORONGAN + fee menarik jika memenuhi target.
- ahli kayu berpengalaman di MEUBEL yang paling DICARI.
- tempat penginapan di sediakan.
- memiliki kendaraan pribadi.
- Home Industri BUKAN Perusahaan.
PENEMPATAN LOKASI WORKSHOP GRESIK, JAWATIMUR.
Jika berminat & memenuhi syarat silahkan menghubungi:
Nama : Alam
Alamat : Jl. Dr wahidin sh gg.38 kebomas, Gresik Jawatimur. ( alamat workshop )
No tlp : 085730231991
Email :
paleewoodwork@gmail.com
Terimakasih utk admin, dgn rasa hormat saya memohon utk memosting postingan saya, kiranya saudara2 kami membutuhkan pekerjaan dibidang perkayuan.
Terimakasih.

Renungan jum'at | MALAM NUZULUL QUR’AN

Nuzulul Qur’an merupakan awal mula Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT, melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Sampai sekarang peristiwa ini disebut dengan Nuzulul Qur’an. Pengertian Nuzulul Qur’an jika dilihat secara harfiah, artinya turunnya Alqur’an sebagai istilah yang merujuk terhadap betapa peristiwa penting terkait turunnya wahyu Allah SWT. Pertama kepada Rasul terakhir, yaitu Muhammad SAW.
Pertama kali wahyu diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Adalah surat Alalaq ayat 1 sampai 5, ketika wahyu tersebut diturunkan, Nabi Muhammad tengah dalam keadaan tahannusatau menyendiri pada sebuah goa yaitu goa hiro’. Waktu itu dengan cara tiba-tiba Malaikat Jibril dating menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. 

Ternyata, tidak ada malam yang sangat istimewa pada perjalanan islam kecuali malam Nuzulul Qur’an. Tepat pada malam inilah kumpulnya banyak kejadian-kejadian yang sangat istimewa dan luar biasa, hal yang sangat penting sebagai pedoman umat manusia, yaitu Alqur’an al-karim. Bukan hanya itu saja, Alqur’an diturunkan pada Bulan Ramadlan.  Juga banyak riwayat yang mengatakan bahwa malam ini adalah malam seribu bulan, atau sering disebut dengan malam Lailatul Qadar.

Peristiwa Nuzulul Qur’an bukan hanya sebuah kisah nyata yang tidak berarti. Tetapi kita selaku umat islam harus bias meneladani apapun yang ada di dalam Al-Qur’an, dengan cara mempelajari Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an, mengamalkan Al-Qur’an, sampai mentadabburkan Al-Qur’an. Bertaqwa Kepada Allah dan Roasulnya dengan mengamalkan apa yang tersirt dan tersurat di dalam Al-Qur’an.

Nuzulul Qur’an merupakan sebuah bukti nyata bahwa antara Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW, merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga banyak hadits sahih mengatakan, jika akhlaqnya Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur’an, dan disebut juga dengan Al-Qur’an berjalan. Subhanalloh.

Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita pada malam Nuzulul Qur’an, harus bisa memaknai dengan benar, salah satunya dengan menerapkan pola hidup kita dengan Al-Qur’an. ((INSTING79))



SMK Lemuria | Kudus - Jawa Tengah

SMK Lemuria 

JL Wijaya Kusuma, Karangbener, Bae.
Kudus - 59323

HP : 085641743989
email : smklemuria@gmail.com
website : www.lemuria.sch.id

Kejuruan :

  • Teknik Furniture
  • Gambar Teknik Bangunan

Visi:

Menjadi SMK Unggul, Berkarakter dan Berakhlak Mulia

Misi : 


Renungan Jum'at HIKMAH PUASA RAMADLAN



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).
 Ayat ini menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa. Hal ini dikarenakan dalam puasa, seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya.
Di dalam berpuasa, setiap muslim diperintahkan untuk meninggalkan berbagai syahwat, makanan dan minuman. Itu semua dilakukan karena Allah. Dalam hadits qudsi. Allah Ta’ala berfirman,
يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى
“Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku”. 
Di bulan Ramadhan tentu saja setiap muslim harus menjauhi berbagai macam maksiat agar puasanya tidak sia-sia, juga agar tidak mendapatkan lapar dan dahaga saja. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” 
Puasa menjadi sia-sia seperti ini disebabkan bulan Ramadhan masih diisi pula dengan berbagai maksiat. Padahal dalam berpuasa seharusnya setiap orang berusaha menjaga lisannya dari rasani orang lain (baca: ghibah), dari berbagai perkaataan maksiat, dari perkataan dusta, perbuatan maksiat dan hal-hal yang sia-sia.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.”
Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah. Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat pula bermakna kata-kata kotor. 

Oleh karena itu, ketika keluar bulan Ramadhan seharusnya setiap insan menjadi lebih baik dibanding dengan bulan sebelumnya karena dia sudah ditempa di madrasah Ramadhan untuk meninggalkan berbagai macam maksiat. Orang yang dulu malas-malasan shalat 5 waktu seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan. Juga dalam masalah shalat Jama’ah bagi kaum pria, hendaklah pula dapat dirutinkan dilakukan di masjid sebagaimana rajin dilakukan ketika bulan Ramadhan. Begitu pula dalam bulan Ramadhan banyak wanita muslimah yang berusaha menggunakan jilbab yang menutup diri dengan sempurna, maka di luar bulan Ramadhan seharusnya hal ini tetap dijaga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
“(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” 
Ibadah dan amalan ketaatan bukanlah ibarat bunga yang mekar pada waktu tertentu saja. Jadi, ibadah shalat 5 waktu, shalat jama’ah, shalat malam, gemar bersedekah dan berbusana muslimah, bukanlah jadi ibadah musiman. Namun sudah seharusnya di luar bulan Ramadhan juga tetap dijaga. Para ulama seringkali mengatakan, “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, -pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.”
Ingatlah pula pesan dari Ka’ab, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lantas terbetik dalam hatinya bahwa setelah lepas dari Ramadhan akan berbuat maksiat pada Rabbnya, maka sungguh puasanya itu tertolak (tidak bernilai apa-apa).” 

Puasa akan menyebabkan seseorang lebih menyayangi si miskin. Karena orang yang berpuasa pasti merasakan penderitaan lapar dalam sebagian waktunya. Keadaan ini pun ia rasakan begitu lama. Akhirnya ia pun bersikap lemah lembut terhadap sesama dan berbuat baik kepada mereka. Dengan sebab inilah ia mendapatkan balasan melimpah dari sisi Allah.
Begitu pula dengan puasa seseorang akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang miskin, fakir, yang penuh kekurangan. Orang yang berpuasa akan merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang dirasakan oleh mereka-mereka tadi. Inilah yang menyebabkan derajatnya meningkat di sisi Allah. ((InstingAje1979))